Polisi NTB Nyanyi Sakitnya Tuh Disini

Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2014

Perbedaan Cara Kerja Hub dan Switch

 Hub dan Switch merupakan salah satu alat yang digunakan dalam membangun suatu jaringan komputer yang biasanya jaringan tersebut terdiri dari 2 atau lebih komputer. Biasanya alat ini digunakan dalam membangun jaringan LAN (Local Area Network). Topologi yang menggukan kedua device ini adalah topologi star. Berikut ini adalah penjelasan kedua alat tersebut.

Ø Hub

Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port.
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.

Ø Switch

Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port.
Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya yang dapat membuat terjadinya collosion.
Kabel Jaringan
Mungkin, jika kita mengingat atau mendengar kata kabel, yang ada dipikaran kita adalah suatu benda yang panjang, yang *** bikin kita ribet. Seperti kabel-kabel computer desktop yang menumpuk di belakang CPU kita. Apalagi jika, kita sudah menambahkan seperti perangkat WebCam, Modem, Printer, Speaker, dan Mic (tapi sebenranya masih banyak lagi sih ). Seperti itu lah mungkin gambaran awal ketika kita mendengar kata kabel. Namun yang akan saya bahas kali ini hanya mengenai Kabel jaringan saja. Yap, tidak apa-apa jika anda mulai berteriak “sekarang kan sudah jamannya wireless, kenapa masih memikirkan kabel?”…Mungkin itu ada benarnya, tapi tidak ada salahnya untuk kita sekedar mengenal dan tau. Lagi *** untuk perangkat wireless saat ini masih terbilang cukup mahal dibandingkan perangkat kabel. Ok!, saya rasa sudah saatnya saya mulai mngenalkan mengenai kabel jaringan.
1. Kabel Twisted-Pair
2. Kabel Coaxial
3. Kabel Fiberoptik

1. Kabel Twisted-Pair
Kabel Twisted-Pair ini adalah salah satu kabel yang lebih sering digunakan, bentuk kabel ini secara fisik memiliki ujung konektor yang serupa tapi tak sama, alias mirip dengan konektor kabel telepon. Yang membedakannya jika dilihat secara fisik hanyalah ukuran dari ujung konektor kabel Twisted-Pair ini lebih besar dari ujung konektor kabel telepon. Sedikit tambahan, Twisted-Pair kadang juga disebut RJ-45 dan kabel telepon disebut dengan RJ-11.....

                                           
                                                (RJ 45 atas, RJ 11 bawah)

Jika, anda penasaran dengan isi dari kebl twisted-pair ini silahkan coba saja buka. Saya harap rasa penasaran anda bisa hilang . Untuk yang malas membukanya, baiklah saya akan sedikit menjelaskan juga bagaimana isi dari kabel Twisted-Pair ini. Kabel Ini ada berbagai macam jenis, di dalamnya ada yang terdiri dari dua hingga delapan pasang kabel yang dipilin dan terbungkus dalam satu satu kabel. Jika untuk tipe kabel ini memiliki tipe UTP(Unshielded twisted-pair) dan STP(Shielded Twisted-pair). Yang membedakanya, untuk kabel STP memiliki tembaga dan foil di sekeliling kabelnya, sehingga bisa melindungi dari sinyal listrik yang over atau berlebihan. Namun tentu saja dengan demikian kabel ini cenderung lebih berat. Dan dengan STP ini bisa lebih kuat ketika kita akan memasang kabel bersebelahan hingga bertumpuk.

2. Kabel Coaxial
Kabel ini bisa dikatakan kabel yang paling tua, dalam artian adalah kabel yang lebih dulu muncul dalam dunia jaringan Ethernet.

Kabel Coaxial adalah kabel berbungkus solid sebagai intinya dan lapisan logam beranyam di bawah pembungkus eksternalnya. Ketika kita akan menghubungkan beberapa komputer,
dengan menggunakan kabel Coaxial ini kita tidak perlu menggunakan Hub. Hal ini biasanya disebut dengan “Topologi Bus”. Tidak heran jika kabel ini disebut sebagai kabel yang termasuk sudah lebih dulu muncul dan digunakan. Yap, lebih tua dari kabel sejenis lainnya.

3. Kabel Fiberoptik

Menurut saya ini adalah salah satu kabel yang bagus dibandingkan kabel lainnya, Mengapa saya mengatakan seperti itu. Karena seperti pada buku “Network Securty (Chris Brenton-Cameron Hunt)” yang pernah saya baca. Kabel ini bisa menghindari dari yang namanya pencurian data yang disebabkan oleh adanya Pancaran EMI (Electromagnetic Interference) hal ini biasanya dihasilkan oleh kabel Twisted-Pair jenis UTP karena tidak memiliki shielding (mengenai masalah EMI ini akan saya bahas dalam artikel selanjutnya).

                                              

Kabel ini bekerja dengan cahaya, bukan dengan listrik seperti umumnya kabel lainnya. Kabel ini terdiri dari sebuah inti tengah terbuat dari benang kaca berbentuk silinder yang dibungkus dalam sebuah bahan yang melindunginya kemudian memantulkan kembali cahaya kedalam konduktor kaca. Bahan ini dibungkus oleh lapisan keras yang terbuat dari KEVLEAR. Lalu kesemua bahan ini dibungkus lagi oleh bahan PVC (Polyvinyl Chloride). Dengan kabel ini kita bisa mendapatkan kecepatan transmisi data hingga Gigabyte Mbps.
Catatan :
1. Melihat pancaran cahaya sinar pada kabel Fiber optic secara langsung(Mata Telanjang) bisa menyebabkan buta permanen.
2. Jangan membuat suatu tikungan yang tajam pada pemasangan kabel ini.

Cara Kerja Repeater

Mengenal alat komunikasi: REPEATER

Repeater : artinya adalah pengulang.
Fungsinya : Mengulangi kembali pancaran, dengan maksud memperkuat kembali pancaran yang diterima sehingga lebih kuat dan dapat mencapai jarak yang lebih jauh.
( memperluas jangkauan )
Bagian2 dari repeater adalah :
Receiver : / penerima biasa disebut RX
Transmitter / pemancar disebut juga TX.
COR : Carrier Operated Relay
Bagian ini yang mengatur transmitter untuk segera memancar bersamaan
saat bagian RX menerima informasi,dan memutuskan kembali pancaran saat
sinyal informasi selesai/terputus
Duplexer:
adalah alat yang dapat menyatukan bag RX dan TX yang
sekaligus menjadi filter dan penyekat antara RX dan TX sehingga frekwensi
RX dan TX dapat bekerja bersamaan tanpa saling ganggu sehingga
memungkinkan kita untuk menggunakan satu bh antenna saja untuk menerima
sekaligus memancarkannya kembali.
Power supply :
adalah Catu daya tegangan searah yang menyupply arus
listrik keseluruh peralatan tsb.
Coaxial
atau Saluran transmisi biasa disebut Coaxial /Heliax sbg pembawa daya
ke antenna.
Antenna :
Berfungsi menerima pancaran dan memancarkan, serta merubah
daya RF menjadi gelombang elektro magnet dan memancarkannya kembali.
Bila bagian bagian yang telah dibahas tsb diatas, digabungkan maka jadilah dia sebuah Repeater.

BLOK DIAGRAM SEBUAH REPEATER

Sedikit Cara kerja : Repeater
Saat PTT HT Ditekan ( ia akan memancar pada Freq A ) Bag RX repeater (frequency :A) menerima informasi dari radio HT tsb, maka bag rx aktif, dan COR akan langsung menggerakkan bag transmit (TX ) yang secara bersamaan informasi yang diterima tsb dipancarkan kembali oleh bagian TX ( B). dan pancaran tsb dapat diterima oleh HT lain dilapangan pada Frekwensi receive HT ( B )
Demikian pula saat HT lain mengudara untuk menjawab atau memanggil prosedur tsb kembali berulang
Repeater pada umumnya diletakkan disuatu tempat ketinggian ,antennanyapun ditinggikan lagi yang biasanya diletakkan diatas tower sehingga jangkauan pancaran akan lebih jauh.
Semakin tinggi letak repeater, maka akan lebih jauh pula daya jelajahnya.
Seringnya repeater diletakkan disuatu lokasi yang tinggi misalnya di puncak Gunung, atau Bukit , Antennanya pun di instalasikan ditower yang cukup tinggi.
Memperkirakan jarak jangkau repeater, secara sangat sederhana adalah dengan melihat area dari lokasi tsb dengan mata kita, bila yang terlihat sangat luas, maka hampir dapat dipastikan, sejauh mata kita memandang, sampai sanalah area yang dapat dicover oleh repeater itu, ( Line Of Sight ) Mengingat keterbatasan daya pandang, dapat saja coveragenya lebih jauh dari pandangan kita.
Peformance sebuah repeater dipengaruhi pula oleh ,daya pancar repeater, sensitivitas, serta sel;ektivitas dari repeater itu sendiri.
Untuk meningkatkan kekuatan pancaran, selain meletakkan repeater pada tempat yang tinggi, maka digunakan pula Antenna dengan penguatan ( gain ) yang besar.

Selasa, 04 Februari 2014

Cara me-reset Protokol Internet (TCP/IP)

Salah satu dari komponen koneksi Internet di komputer Anda adalah rangkaian instruksi terpasang yang disebut TCP/IP. TCP/IP kadang dapat rusak. Apabila Anda tidak dapat menyambung ke Internet dan Anda telah mencoba metode lainnya untuk mengatasi masalah, mungkin TCP/IP penyebabnya.

Karena TCP/IP adalah komponen inti Windows, Anda tidak dapat menghapusnya. Namun Anda dapat me-reset TCP/IP ke status aslinya menggunakan utilitas NetShell (netsh).

Artikel ini menjelaskan dua cara untuk me-reset TCP/IP. Anda harus masuk ke dalam komputer sebagai administrator. Metode pertama menggunakan solusi Fix it otomatis untuk me-reset TCP/IP. Metode ini dirancang bagi pengguna tingkat pemula dan menengah.

Metode kedua menjelaskan cara menggunakan perintah untuk me-reset TCP/IP secara manual. Metode ini dirancang bagi pengguna tingkat lanjut.

Untuk meminta kami memperbaiki masalah ini, buka bagian “Perbaiki ini untuk saya”. Apabila Anda lebih suka mengatasi masalah ini sendiri, buka bagian “Biarkan saya memperbaikinya sendiri”.

Perbaiki ini untuk saya

Untuk memperbaiki masalah ini secara otomatis, klik tautan Perbaiki masalah ini. Kemudian klik Jalankan di kotak dialog Unduh File, lalu ikuti langkah-langkah di wizard tersebut.
Fix this problemPerbaiki masalah ini
Microsoft Fix it 50199


Catatan wizard ini mungkin hanya tersedia dalam bahasa Inggris; namun, perbaikan otomatis juga dapat berfungsi untuk Windows versi bahasa lainnya.

Catatan Apabila Anda tidak berada di depan komputer yang bermasalah, simpan perbaikan otomatis ke drive flash atau CD, kemudian jalankan di komputer yang memiliki masalah.

Sekarang, buka bagian "Apakah ini memperbaiki masalah?".

Biarkan saya memperbaikinya sendiri

Gunakan metode manual untuk me-reset TCP/IP untuk Windows XP

Catatan Bagian ini ditujukan bagi pengguna komputer tingkat lanjut. Apabila merasa tidak nyaman dengan pemecahan masalah tingkat lanjut, mintalah bantuan orang lain atau menghubungi Dukungan. Untuk informasi tentang cara menghubungi Dukungan, baca situs Web informasi kontak Bantuan dan Dukungan Microsoft:
Perintah reset tersedia dalam konteks IP utilitas NetShell. Ikuti langkah-langkah ini untuk menggunakan perintah reset berikut untuk me-reset TCP/IP secara manual:
  1. Untuk membuka prompt perintah, klik Mulai kemudian klik Jalankan. Salin dan tempel (atau ketik) perintah berikut ini di kotak Buka, dan kemudian tekan ENTER:
    cmd
  2. Pada prompt perintah, salin kemudian tempel (atau ketik) perintah berikut ini kemudian tekan ENTER:
    netsh int ip reset c:\resetlog.txt
    Catatan Apabila tidak ingin menentukan jalur direktori untuk file log, gunakan perintah berikut ini:
    netsh int ip reset resetlog.txt
  3. Boot ulang komputer.

Gunakan metode manual untuk me-reset TCP/IP untuk Windows Vista dan Windows 7

Catatan Bagian ini ditujukan bagi pengguna komputer tingkat lanjut. Apabila merasa tidak nyaman dengan pemecahan masalah tingkat lanjut, mintalah bantuan orang lain atau menghubungi Dukungan. Untuk informasi tentang cara menghubungi Dukungan, baca situs Web informasi kontak Bantuan dan Dukungan Microsoft:
Perintah reset tersedia dalam konteks IP utilitas NetShell. Ikuti langkah-langkah ini untuk menggunakan perintah reset berikut untuk me-reset TCP/IP secara manual:
  1. Untuk membuka prompt perintah, klik Mulai, dan kemudian ketikkan CMD pada Cari program dan file.
  2. Klik kanan ikon CMD.exe di dalam Program kemudian klik Jalankan sebagai administrator.
  3. Ketika muncul kotak dialog Kontrol Akun Pengguna, klik Ya.
  4. Pada prompt perintah, salin kemudian tempel (atau ketik) perintah berikut ini kemudian tekan ENTER:
    netsh int ip reset c:\resetlog.txt
    Catatan Apabila tidak ingin menentukan jalur direktori untuk file log, gunakan perintah berikut ini:
    netsh int ip reset resetlog.txt
  5. Boot ulang komputer.
Saat menjalankan perintah reset, komputer akan menulis ulang kunci registri yang digunakan oleh TCP/IP. Hasilnya sama dengan menghapus dan menginstal ulang protokol. Perintah reset akan menulis ulang dua kunci registri berikut ini:

SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters\ 
SYSTEM\CurrentControlSet\Services\DHCP\Parameters\ 
    
Untuk berhasil menjalankan perintah manual, Anda harus menetapkan nama file untuk log, sebagai tempat merekam tindakan yang diambil netsh. Saat menjalankan perintah manual, TCP/IP akan di-reset dan tindakan yang diambil akan direkam di file log, yang disebut sebagai resetlog.txt di dalam artikel ini.

Contoh pertama, c:\resetlog.txt, akan membuat jalur sebagai lokasi log. Contoh kedua, resetlog.txt, akan membuat file log di dalam direktori saat ini. Dalam kasus mana pun, jika file log yang ditetapkan sudah ada, log baru akan ditambahkan di akhir file yang ada.

Informasi Selengkapnya

Untuk informasi selengkapnya, klik nomor artikel di bawah ini untuk membaca artikel pada Pangkalan Pengetahuan Microsoft:
314067 Cara memecahkan masalah konektivitas TCP/IP dengan Windows XP
Untuk informasi selengkapnya, klik nomor artikel di bawah ini untuk membaca artikel pada Pangkalan Pengetahuan Microsoft:
811259 Cara menentukan dan memulihkan kerusakan Winsock2 di Windows Server 2003, Windows XP, dan Windows Vista

Referensi

Untuk informasi selengkapnya, klik nomor artikel di bawah ini untuk membaca artikel pada Pangkalan Pengetahuan Microsoft:
314053 Parameter konfigurasi TCP/IP dan NBT untuk Windows XP

File log contoh untuk NETSH INT IP RESET


Apakah ini memperbaiki masalah?

Periksa apakah masalah telah diperbaiki. Apabila masalah sudah diperbaiki, Anda sudah selesai dengan artikel ini. Apabila masalah belum diperbaiki, Anda dapat menghubungi dukungan.

Sabtu, 01 Februari 2014

Pengertian Internet

Teknologi InformasiApa itu Internet? Mungkin beberapa orang bertanya-tanya tentang pengertian internet, pada postingan ini teknologi informasi akan memberikan sedikit informasi tentang pengertian internet secara singkat. Internet yang merupakan singkatan dari Inter-Network adalah sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan berbagai macam situs (alamat web atau blog). Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi kepada jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error- handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protokol/ Internet Protokol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja pada segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.

Layanan internet telah dirasa memberikan manfaat bagi para penggunanya, keberadaannya saat ini memperlihatkan perkembangan yang sangat pesat, karena menawarkan beberapa daya tarik atau keunggulan dibandingkan media lain. Keunggulan tersebut, antara lain:

1.        Layanan komunikasi murah
2.        Sumber informasi luas
3.        Media promosi bagi pebisnis
4.        Menjadi forum global
5.        Jangkauan yang tidak terbatas
Demikian sedikit ilmu tentang pengertian internet dari teknologi informasi. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Perbedaan Internet dan Intranet

Teknologi Informasi – Apakah teman-teman mengetahui perbedaan antara internet dengan intranet? Tentu belum banyak yang tahu (termasuk saya ^_^ ). Hal ini sangatlah penting diketahui oleh orang-orang IT, karena merupakan salah satu pengetahuan dasar dalam bidang kejuruan mereka. Namun hal ini tidak dapat dijadikan alasan bagi masyarakat awam untuk tidak mengetahui apa yang membedakan antara internet dan intranet.

Internet merupakan hubungan antara perangkat komputer dengan berbagai tipe yang membentuk sistem jaringan di seluruh dunia (jaringan komputer global) dengan melalui jalur telekomunikasi, seperi telepon, satelit, dan lainnya. Internet berasal dari kata Interconnection Networking. Pengertian internet juga dapa teman-teman lihat pada postingan Memahami Pengertian Internet.

Dalam internet, digunakan protokol berupa TCP/IP untuk mengatur komunikasi dan integrasi. Keduanya (TCP dan IP) memiliki fungsi umum antara lain : mengirimkan dan mengatur paket-paket dalam pengiriman data, memilih rute terbaik dalam proses transmisi data bahkan memberikan rute alternatif apabila ada rute yang tidak dapat digunakan. Sedangkan fungsi khusus antara keduanya yaitu TCP (Transmission Control Protocol) memiliki fungsi untuk memastikan semua hubungan antar jaringan berjalan dengan benar dan IP (Internet Protocol) memiliki fungsi mentransmisikan data antar komputer.
Adanya internet, beragam manfaat dapat dirasakan. Proses komunikasi yang mudah diseluruh penjuru dunia tanpa mengenal batas, proses transmisi data yang cepat tanpa memakan waktu lama, dapat menjalin pertemanan antar negara menggunakan media sosial yang semakin menjamur. Serta berbagai alternatif canggih yang disediakan secara gratis maupun berbayar. Namun perlu diketahui, untuk menikmati beragam fasilitas dari jaringan komputer berupa internet ini, diperlukan media penyelenggara jasa internet yang biasa disebut ISP atau Internet Service Provider. Salah satu jasa penyelenggara internet di Indonesia adalah Telkomnet Instan dari Telkom, teman-teman dapat berlangganan di penyedia ISP tersebut.

Pengertian intranet hampir sama dengan pengertian internet, yaitu suatu jaringan komputer yang berbasis protokol TCP/IP, namun intranet biasa digunakan di dalam kegiatan internal perusahaan. Intranet dapat diartikan sebuah “jaringan internet pribadi” atau dengan kata lain intranet merupakan internet yang dimiliki dalam sebuah organisasi.  Intranet menggunakan semua protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya, serta klien dan juga server. Komponen protokol yang sering digunakan adalah Protokol HTTP dan beberapa protokol internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP).
Antar intranet dapat saling berkomunikasi jarak jauh asalkan masih dalam satu jaringan intranet. Intranet dapat dikeluarkan ke publik jika suatu organisasi menghendakinya. Hal ini disebut ekstranet, dimana ekstranet merupakan kegiatan mengekspose sebagian dari jaringan komputer intranet suatu organisasi ke luar organisasinya, sehingga dapat diakses oleh publik secara luas. Sebagai contoh. Ketika seseorang membeli e-book dari suatu e-toko, maka orang tersebut telah mengakses sebagian intranet dari e-toko tersebut. Organisasi yang menghendaki ekstranet, dapat melakukan kontrol pengaksesan terhadap jaringan intranet mereka menggunakan firewall. Firewall adalah sebuah piranti lunak / keras yang berfungsi untuk mengatur (me-manage) akses seseorang ke dalam intranet.
Itulah sedikit ilmu dari Teknologi Informasi mengenai perbedaan antara internet dengan intranet.
Salam Teknologi Informasi ^_^

Jumat, 31 Januari 2014

Cara Mengkoneksikan Client ke Server

Cara ini banyak dilakukan oleh keseluruhan pengguna server dengan adanya cara ini maka koneksi antar client dan server dapat terhubung ke internet

Berikut cara settingnya:

1. Start -> Contro Panel -> Network and Internet Connections -> Internet Connections


2. Klik kanan Local Area Connection -> Properties


3. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) -> Properties


4. Klik yang atas jika ingin memilih ip address otomatis


5. Klik yang bawah jika ingin memilih ip address manual.

Belajar Jaringan Lan - Man - Wan Dan Internet

Belajar komputer - Jaringan Komputer secara umum ada 5 macam, yaitu LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), WAN (Wide Area Network), Internet, dan Wireless (tanpa kabel). Sebenarnya, konsep dari Jenis Jaringan Komputer sama, yaitu untuk menghubungkan berbagai perangkat jaringan untuk dapat berkomunikasi dan berbagi sumber daya. Hanya yang membedakan adalah dari letak geologis-nya (mencakup wilayah dan area jaringan) dan teknologi yang digunakan (seperti penggunaan jenis kabel yang berbeda, IP Addressing sesuai kelas-nya, dan sistem keamanan (security) yang berbeda).
Jadi, saya akan memaparkan tentang ke-5 Jenis Jaringan Komputer menurut sumber-sumber yang saya dapatkan.
* LAN (Local Area Network)
Local Area Network atau LAN, merupakan suatu Jenis Jaringan Komputer dengan mencakup wilayah lokal. Dengan menggunakan berbagai perangkat jaringan yang cukup sederhana dan populer, seperti menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub, Switch, Router, dan lain sebagainya.Contoh dari jaringan LAN seperti komputer-komputer yang saling terhubung di sekolah, di perusahaan, Warnet, maupun antar rumah tetangga yang masih mencakup wilayah LAN.


Keuntungan
dari penggunaan Jenis Jaringan Komputer LAN seperti lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional, lebih irit dalam penggunaan kabel, transfer data antar node dan komputer labih cepat karena mencakup wilayah yang sempit atau lokal, dan tidak memerlukan operator telekomunikasi untuk membuat sebuah jaringan LAN.


Kerugian
dari penggunaan Jenis Jaringan LAN adalah cakupan wilayah jaringan lebih sempit sehingga untuk berkomunikasi ke luar jaringan menjadi lebih sulit dan area cakupan transfer data tidak begitu luas.
* MAN (Metropolitan Area Network)
Metropolitan Area Network atau MAN, merupakan Jenis Jaringan Komputer yang lebih luas dan lebih canggih dari Jenis Jaringan Komputer LAN. Disebut Metropolitan Area Network karena Jenis Jaringan Komputer MAN ini biasa digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dari suatu kota ke kota lainnya. Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN, biasanya diperlukan adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan antar jaringan komputer. Contohnya seperti jaringan Depdiknas antar kota atau wilayah dan juga jaringan mall-mall moderen yang saling berhubungan antar kota.
Keuntungan dari Jenis Jaringan Komputer MAN ini diantaranya adalah cakupan wilayah jaringan lebih luas sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebih efisien, mempermudah dalam hal berbisnis, dan juga keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.
Kerugian dari Jenis Jaringan Komputer MAN seperti lebih banyak menggunakan biaya operasional, dapat menjadi target operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi, dan untuk memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.
* WAN (Wide Area Network)
Wide Area Network atau WAN, merupakan Jenis Jaringan Komputer yang lebih luas dan lebih canggih daripada Jenis Jaringan Komputer LAN dan MAN. Teknologi jaringanWAN biasa digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua yang lainnya. Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai Jenis Jaringan Komputer LAN dan WAN karena luasnya wilayah cakupan dari Jenis Jaringan Komputer WAN. Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic serta menanamkannya di dalam tanah maupun melewati jalur bawah laut.
Keuntungan Jenis Jaringan Komputer WAN seperti cakupan wilayah jaringannya lebih luas dari Jenis Jaringan Komputer LAN dan MAN, tukar-menukar informasi menjadi lebih rahasia dan terarah karena untuk berkomunikasi dari suatu negara dengan negara yang lainnya memerlukan keamanan yang lebih, dan juga lebih mudah dalam mengembangkan serta mempermudah dalam hal bisnis.
Kerugian dari Jenis Jaringan WAN seperti biaya operasional yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, sangat rentan terhadap bahaya pencurian data-data penting, perawatan untuk jaringan WAN menjadi lebih berat.
* Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang global atau mendunia. Karena Internet merupakan jaringan-jaringan komputer yang terhubung secara mendunia, sehingga komunikasi dan transfer data atau file menjadi lebih mudah. Internet bisa dikatakan perpaduan antara berbagai Jenis Jaringan Komputer beserta Topologi dan Tipe Jaringan yang saling berhubungan satu sama lain.
Keuntungan dari Jenis Jaringan Internet diantaranya adalah komunikasi dan berbagi sumber daya dari satu jaringan ke jaringan yang lain menjadi lebih mudah, penyebaran ilmu pengetahuan menjadi lebih pesat, penyampaian informasi menjadi lebih cepat dan mudah, dan menjadi ladang untuk memperoleh penghasilan
* Wireless (Tanpa Kabel)
Wireless merupakan Jenis Jaringan Komputer yang menggunakan media transmisi data tanpa menggunakan kabel. Media yang digunakan seperti gelombang radio, inframerah, bluetooth, dan microwave. Wireless bisa difungsikan kedalam jaringan LAN, MAN, maupun WAN. Wireless ditujukan untuk kebutuhan mobilitas yang tinggi.
Keuntungan Jenis Jaringan Wireless seperti kenyamanan untuk terhubung ke jaringan tanpa dibatasi oleh kabel, lebih ke arah pengguna yang memerlukan mobilitas yang tinggi, dan tidak terlalu memerlukan kabel jaringan.
Kerugian Jenis Jaringan Wireless seperti transmisi data kepada para pengguna yang lebih lambat dari penggunaan jaringan dengan kabel, memerlukan keamanan yang ketat karena orang yang berada di luar jaringan bisa menerobos ke dalam jaringan Wireless.
Topologi Jaringan
Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen - komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya.


a.Topologi Mesh
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.


b.Topologi star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
c.Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
d.Topologi Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan. Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data sepertipada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.
e.Topologi Tree
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah dig ambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pengertian DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.
Cara Kerja DHCP
DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP, antara lain:
1. IP Least Request
Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).
2. IP Least Offer
DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada) yang mempunyai no IP memberikan penawaran ke client tersebut.
3. IP Lease Selection
Client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server.
4. IP Lease Acknowledge
DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi no IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali.
Blok / Gambar Aliran Protokol DHCP
Persiapan Instalasi
1. Siapkan PC lengkap dengan spesifikasi hardware yang dibutuhkan.
2. Pastikan PC tersebut mempunyai 2 LAN Card jika nantinya server akan dihubungkan ke internet.
3. Install PC dengan OS Linux Debian 4.0. Untuk instalasi OS tidak dijelaskan karena dianggap sudah selesai (komputer sudah terinstall Debian).
4. Masuk ke Linux Debian dan login sebagai root.
5. Langkah pertama dalam membangun DHCP server ini, database-kan seluruh CD install pada PC kita. Untuk men-databasekannya ketikkan perintah: #apt-cdrom add
7. Selanjutnya setting IP komputer, masuk pada file konfigurasi interfaces yang terletak pada direktori /etc/network. Tambahkan script di bawah ini:
Eth0 adalah LAN Card yang nantinya kita hubungkan pada client dan pengisian IP-nya sesuai dengan keinginan kita. Eth1 adalah LAN Card yang dihubungkan ke internet. Agar lebih mudah men-setting eth1 pada dhcp. Lankukan langkah berikut.
8. Aktifkan daemon network: #/etc/init.d/networking restart
Langkah selanjutnya mulai menginstal server.
Instalasi DHCP Server menggunakan DHCP3-Server
DHCP server (Dynamic Host Configuration Protocol) merupakan mesin yang mengatur pengalamatan IP pada client. Dengan DHCP, client tidak perlu mengisi alamat IP-nya sendiri dan mencegah adanya kesamaan IP yang menyebabkan tabrakan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Install paket dhcp dengan perintah: #apt-get install dhcp3-server
2. Masukkan CD yang dibutuhkan untuk menginstall paket tersebut.
3. Setelah paket terinstall, langkah selanjutnya adalah konfigurasi.
4. Buka file dhcpd.conf yang ada pada direktori /etc/dhcp3.
5. Edit script di bawah ini:
6. Aktifkan daemon dhcp.
#/etc/init.d/dhcp3-server restart
Maka kita telah selesai dalam proses menginstall dan konfigurasi DHCP server.


DNS 
Pengertian DNS
DNS (Domain Name System) atau dalam bahasa Indonesia disebut Sistem Penamaan Domain adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server yang terhubung.
Cara Kerja DNS
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Di mana client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut dinamakan dengan  Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address. 
Gambar Alur Kerja DNS
Ket:
  1. Resolver mengirimkan queries ke name server.
  2. Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers, jika tidak akan mengirimkan failure message ke resolvers.
  3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server. 

Instalasi DNS Server menggunakan BIND9
 
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), dengan kata lain sebagai mesin yang mengubah alamat IP menjadi sebuah nama, sehingga user akan lebih mudah mengingat nama komputer.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Install paket bind9 dengan mengetikkan perintah:
#apt-get install bind9
2. Masukkan CD yang dibutuhkan untuk menginstall paket tersebut.
3. Selanjutnya edit file konfigurasi named.conf pada direktori /etc/bind. Tambahkan script di bawah ini:
4. Selanjutnya copy file db.local dan db.127 pada direktori /etc/bind dengan nama db.debian dan db.192named.conf tadi). (sesuaikan nama file ini dengan konfigurasi pada
#cp db.local db.debian
#cp db.127 db.192 
5. Edit file db.debian dengan menyesuaikan script seperti di bawah ini:
6. Edit file db.192 dengan menyesuaikan script seperti di bawah ini:
Pastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan script karena akan sangat berpengaruh. 
7. Setelah semua konfigurasi selesai dengan benar, aktifkan daemon bind9:
#/etc/init.d/bind9 restart
Jika tidak muncul keterangan failed berarti konfigurasi sudah benar.
Kesimpulan
  1. DHCP merupakan protocol yang dipakai untuk pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan atau lebih.
  2. Jika non DHCP, pemberian alamat IP diset secara manual satu per satu ke seluruh komputer yang terkoneksi dengan jaringan.
  3. Jika menggunakan DHCP, seluruh host yng tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP sehingga memudahkan administrator dalam penangan jaringan.
  4. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP seperti default gateway dan DNS server.
  5. DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet.
  6. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space yang merupakan pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names.
  7. OS Linux Debian $.0 dapat dunakan untuk melakukan konfigurasi DNS dan DHCP server karena implementasinya yang mudah dan compatible dengan jaringan yang biasa kita gunakan.
  8. DHCP3-server adalah salah satu software support yang membantu pengalokasian alamat IP dalam system jaringan. Sementara Bind9 adalah open source software DNS server yang paling terkenal dikalangan Linuxer, yang fungsinya untuk menunjang pengkonfigurasian DNS dalam suatu jaringan.


Cara memasang kabel UTP tipe straight dan cross
.
Biar artikelnya ga kepanjangan. Nanti Anda malah malas membacanya.
Sebelum Anda praktek, ada beberapa hardware yang perlu Anda siapkan, diantanranya:
  1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP yang biasa dipakai adalah kabel UTP categori 5 (UTP Cat 5). Kenapa? Karena kabel UTP Cat-5 support transfer data hingga 100 Mbps. Kabel ini terdiri atas 8 kecil yang mempunyai warna berbeda-beda. Warna kabel tersebut adalah Orange, Orange Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Hijau Putih, Coklat, dan Coklat Putih.
  1. Yang kedua adalah Jack RJ-45. Jack ini mirip dengan jack telepon rumah. Cuma ukurannya yang lebih besar. Jack RJ-45 terdiri dari 8 pin, sesuai dengan jumlah kabel UTP.
  1. Crimping Tools atau Tang Crimping. Hardware yang satu ini mirip dengan tang. Namun, fungsinya tidak seperti tang pada umumnya. Crimping tool ini berguna untuk menjepitkan kabel pada Jack RJ-45.
Semua hardware diatas bisa Anda dapatkan di sebagian besar toko komputer. Harganya pun tidak terlalu mahal.
Kabel UTP Tipe Straight
OK. Sekarang saya kan bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Kupas ujung kabel sekitar 1 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.
  2. Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.
  3. Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.
  4. Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
    • Orange Putih pada Pin 1
    • Orange pada Pin 2
    • Hijau Putih pada Pin 3
    • Biru pada Pin 4
    • Biru Putih pada Pin 5
    • Hijau pada Pin 6
    • Coklat Putih pada Pin 7
    • Coklat pada Pin 8.

Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.
  1. Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.

Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.
Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:



Kabel UTP Tipe Cross

Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe cross. Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:
  • Orange pada Pin 1
  • Orange Putih pada Pin 2
  • Hijau pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Hijau Putih pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.

Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:
  • Hijau Putih pada Pin 1
  • Hijau pada Pin 2
  • Orange Putih pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Orange pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.
Susunan kabel tadi bisa Anda lihat pada gambar di bawah.

Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:


Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua.

Demikian tutorial tentang jaringan LAN. Semoga bermanfaat bagi kita semua


peluang usahapeluang usaha